
hariansurabaya.com | PASURUAN – Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Probolinggo memperkuat keandalan sistem penyaluran listrik dengan melakukan penggantian Current Transformer (CT) di Gardu Induk (GI) 150 kV Gondangwetan, Jumat (18/9).
Penggantian peralatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif PLN dalam memastikan kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya PLN memperkuat sistem penyaluran listrik secara menyeluruh, khususnya di wilayah Jawa Timur hingga Bali.
Pekerjaan penggantian CT di GI 150 kV Gondangwetan diselesaikan dalam waktu satu hari dengan melibatkan delapan personel gabungan dari UPT Probolinggo. Sebelum pekerjaan dilakukan, PLN terlebih dahulu melaksanakan pengujian dan assessment terhadap kondisi peralatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penurunan performa pada CT, sehingga diperlukan penggantian sebagai bagian dari peremajaan Material Transmisi Utama (MTU).
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan bahwa kegiatan pemeliharaan tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga kesiapan dan keandalan sistem penyaluran listrik.
“Pemeliharaan ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan kebutuhan yang dilakukan berdasarkan hasil assessment dan pengujian terhadap performa peralatan. Ketika ditemukan indikasi penurunan performa, peralatan harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi gangguan yang berpotensi memengaruhi keandalan pasokan listrik,” ujar Ika.
Menurut Ika, penggantian CT di GI 150 kV Gondangwetan merupakan bentuk penerapan tindakan preventif yang dilakukan PLN berdasarkan hasil assessment kondisi peralatan. Langkah tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan keandalan sistem sekaligus mengantisipasi potensi gangguan sebelum berdampak terhadap pelanggan.
“Penggantian MTU ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi optimal. Prinsipnya, kami melakukan tindakan sedini mungkin terhadap peralatan yang menunjukkan penurunan performa, sehingga potensi gangguan dapat diminimalkan,” tambahnya.
Selain aspek keandalan, Ika menegaskan bahwa seluruh proses pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Setiap personel yang terlibat wajib mengikuti prosedur operasi standar (SOP) keselamatan ketenagalistrikan serta menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut, Ika menyampaikan bahwa penggantian CT juga menjadi bagian dari kesiapan PLN menghadapi berbagai agenda nasional, termasuk peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober mendatang. Kesiapan infrastruktur kelistrikan menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan aktivitas masyarakat, pemerintahan, dunia usaha, serta berbagai kegiatan lainnya dapat berlangsung dengan dukungan pasokan listrik yang andal.
“Tidak hanya sebagai kegiatan preventif, penggantian CT di GI Gondangwetan ini juga kami lakukan untuk memastikan kesiapan dan keandalan pasokan kelistrikan menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila. PLN terus berupaya maksimal menghadirkan sistem penyaluran yang andal, baik untuk wilayah Jawa Timur maupun hingga Pulau Bali, sehingga pelanggan dapat menikmati listrik yang aman dan berkualitas,” pungkas Ika.
Melalui pemeliharaan berbasis assessment dan tindakan preventif tersebut, PLN UIT JBM terus memperkuat kesiapan infrastruktur transmisi sebagai bagian dari upaya menjaga kontinuitas pasokan listrik. Keandalan sistem penyaluran diharapkan turut mendukung aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Jawa Timur dan Bali. (acs)














