hariansurabaya.com | SURABAYA – Tidak banyak perjalanan karier yang berawal dari menawarkan alat berat kepada pelanggan, lalu berujung memimpin perusahaan dengan jaringan penjualan di berbagai penjuru Indonesia. Zaky Gufron membuktikan bahwa pengalaman di lapangan, ketekunan membaca peluang, dan konsistensi mengembangkan usaha bisa menjadi modal untuk melangkah jauh.
Kini, ia menjabat Chief Executive Officer (CEO) PT Inter Tehnik Gemilang, perusahaan importir sekaligus Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) alat berat WORLD Generation yang berbasis di Sidoarjo dan telah memiliki 14 kantor cabang penjualan di Indonesia.
Di balik pencapaian tersebut, ada perjalanan panjang membangun bisnis secara bertahap. Zaky tidak hanya bertumbuh dari sisi karier, tetapi juga mengembangkan perusahaan hingga memiliki jangkauan pasar yang semakin luas. Perjalanan itu turut diiringi kemitraan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang telah terjalin selama 12 tahun.
Hubungan Zaky dengan BRI dimulai pada 2014, ketika ia masih menjadi nasabah segmen Mikro dengan plafon pembiayaan di bawah Rp500 juta. Seiring berkembangnya usaha, segmentasi layanan perbankannya meningkat ke Small, kemudian Medium, hingga akhirnya memasuki segmen Komersial pada 2026.
Perubahan tersebut menjadi salah satu penanda perjalanan bisnis Zaky yang terus berkembang. Dari usaha dengan kebutuhan pembiayaan skala mikro, kini ia memimpin perusahaan dengan jaringan penjualan nasional dan kebutuhan operasional yang semakin kompleks.
Sebelum menduduki kursi CEO, Zaky mengawali karier sebagai tenaga penjualan alat berat. Profesi ini memberinya kesempatan untuk mengenal produk secara langsung, memahami kebutuhan pelanggan, sekaligus membaca dinamika industri yang menjadi arena bisnisnya.
Pengalaman di lapangan tersebut menjadi bekal ketika ia mengembangkan usaha di sektor alat berat. “Pemahaman terhadap karakter pelanggan dan kebutuhan pasar menjadi bagian penting dalam membangun bisnis distribusi yang tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga pada jangkauan layanan,” ungkap Zaky.
Kini, melalui PT Inter Tehnik Gemilang, Zaky mengembangkan bisnis impor dan distribusi alat berat WORLD Generation. Salah satu produk yang dipasarkan adalah mini excavator WORLD Generation WZ60, yang menyasar kebutuhan pelanggan di berbagai sektor usaha.
Perusahaan tersebut terus memperluas jangkauannya hingga memiliki 14 kantor cabang penjualan di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan produk kepada pelanggan sekaligus memperluas penetrasi pasar.
Transformasi dari tenaga penjualan menjadi pemimpin perusahaan dengan jaringan nasional itu menunjukkan bahwa pengalaman di garis depan bisnis dapat menjadi fondasi untuk membangun usaha yang lebih besar. Namun, pertumbuhan tersebut tetap membutuhkan konsistensi, kemampuan beradaptasi, serta dukungan pengelolaan usaha yang semakin matang.
Perjalanan Naik Kelas Selama 12 Tahun
Pertumbuhan usaha Zaky juga tercermin dari perjalanannya sebagai nasabah BRI. Selama lebih dari satu dekade, kebutuhan perbankannya berkembang mengikuti skala bisnis yang dijalankan.
Pada awal kemitraan di 2014, Zaky berada di segmen Mikro dengan plafon pembiayaan di bawah Rp500 juta. Seiring meningkatnya aktivitas usaha, ia kemudian masuk segmen Small dan Medium sebelum mencapai segmen Komersial pada 2026.
Peningkatan segmentasi ini menggambarkan perubahan kebutuhan bisnis, mulai dari pembiayaan hingga layanan transaksi dan pengelolaan keuangan perusahaan. Ketika jaringan usaha semakin luas, kebutuhan pengelolaan arus kas dan operasional pun menjadi semakin penting.
“Saya memilih pembiayaan di BRI karena ingin memiliki mitra perbankan yang bisa mengikuti perkembangan usaha. Seiring bisnis semakin besar, kebutuhan kami juga berubah, mulai dari pembiayaan hingga layanan transaksi bahkan staf BRI ikut memberikan pendampingan terkait pengembangan usaha,” ungkap Zaky.
Pemimpin Cabang BRI Surabaya Jemursari, Octarez Abi Ibrahim, menilai perjalanan Zaky menjadi gambaran bagaimana pelaku usaha dapat terus meningkatkan kapasitas bisnisnya dari waktu ke waktu.
“Kisah Bapak Zaky Gufron merupakan contoh inspiratif bagaimana pelaku usaha dapat terus bertumbuh dan naik kelas. Beliau telah menjadi nasabah BRI sejak 2014, mengawali perjalanan dari segmen Mikro, kemudian berkembang ke Small dan Medium, hingga akhirnya memasuki segmen Komersial pada 2026. Kini beliau berhasil memimpin perusahaan yang memiliki 14 kantor cabang penjualan di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Octarez.
Menurut dia, keberhasilan nasabah naik kelas tidak semata-mata dilihat dari peningkatan plafon pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan mengembangkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.
“Bagi BRI, keberhasilan nasabah naik kelas bukan semata-mata diukur dari peningkatan plafon pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan nasabah dalam mengembangkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing bisnisnya. BRI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis yang hadir dalam setiap tahapan pertumbuhan usaha nasabah,” tambahnya.
Octarez menegaskan, kebutuhan layanan keuangan akan terus berubah mengikuti perkembangan perusahaan. Karena itu, dukungan perbankan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan, tetapi juga solusi transaksi dan pengelolaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis.
Bukan Sekadar Membesarkan Usaha
Perjalanan Zaky memperlihatkan bahwa membangun bisnis bukanlah proses instan. Pengalaman sebagai tenaga penjualan menjadi titik awal untuk memahami pasar, sedangkan konsistensi mengembangkan usaha membawanya hingga memimpin perusahaan dengan 14 cabang penjualan.
Perjalanan bersama BRI turut menandai perubahan skala bisnis tersebut, dari segmen Mikro pada 2014 hingga Komersial pada 2026. Kemitraan ini menjadi bagian dari perjalanan panjang Zaky dalam mengembangkan perusahaan dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
Bagi pelaku usaha lainnya, kisah Zaky memberikan gambaran bahwa peluang untuk berkembang selalu terbuka, meski setiap tahap pertumbuhan membutuhkan strategi dan kesiapan yang berbeda. Semakin besar usaha, semakin besar pula kebutuhan untuk memperkuat operasional, memperluas pasar, dan mengelola keuangan secara lebih terstruktur.
Melalui pendampingan dan layanan yang menyesuaikan kebutuhan nasabah, BRI menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaku usaha agar terus naik kelas.
Pada akhirnya, kisah Zaky bukan hanya tentang perubahan profesi dari sales menjadi CEO, melainkan tentang proses panjang membangun usaha hingga mampu menjangkau pasar nasional. (ist)















