Olahan Pastry Tematik; Wujudnya Tidak Normal, Namun Rasanya Tetap Normal

Olahan Pastry Tematik; Wujudnya Tidak Normal, Namun Rasanya Tetap Normal (foto : ist)

hariansurabaya.com | SURABAYA – Lift berhenti di lantai enam. Pintu terbuka. Cahaya jingga yang redup menyambut, bercampur aroma sedap makanan & kayu manis pastry. Di balik kaca besar, lampu kota Surabaya berkelip pelan.

Begitulah malam pertama 6dimulai. Crown Prince Hotel Surabaya menggelar soft opening di Sixth Lounge & Bar pada Senin (5/10) pukul 19.00 WIB. Acara ini menjadi pembuka sebelum pesta utama pada Sabtu, 31 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB hingga larut malam, di tempat yang sama.

Surabaya Kota dari Lantai 6

Sixth Lounge & Bar berada di lantai 6. Dari sini, kota terlihat berbeda saat malam. Gedung-gedung berdiri tenang. Lampu kendaraan mengalir seperti garis cahaya. Langit gelap menjadi latar bagi seluruh ruangan.

Tema Halloween membuat pemandangan itu terasa lain. Jendela besar membingkai kota yang hidup. Di dalam, langit-langit kayu dihiasi jaring laba-laba yang menjuntai. Siluet kelelawar menempel di kap lampu putih-redup kuning. Sebuah topeng warna-warni menatap dari sudut, seakan mengawasi siapa pun yang lewat.

Lilin kecil menyala di atas meja bundar. Nyalanya bergoyang pelan. Cahaya merah dan jingga jatuh di kain satin yang menjuntai dari meja prasmanan. Ruangan terasa hangat, sedikit gelap, dan penuh rasa ingin tahu.

Penampilannya Seram, Namun Menggugah.

Meja dessert menjadi pusat perhatian. Tiga tingkat kaca dialasi kertas renda putih. Di atasnya berjajar puluhan sajian mungil. Cupcake berwajah hantu tampil dengan krim putih dan mata hitam yang sedih. Di sebelahnya, cupcake berkrim abu-abu tua dengan marshmallow berwajah tengkorak berdiri tegak. Ada kue berbentuk hantu dengan bintik merah. Ada pula kue bola putih bermata, dengan urat merah dan saus cokelat gelap yang meleleh pelan.

Di gelas-gelas kecil, jari-jari kue menyembul dari tanah cokelat. Kukunya dari kacang. Warna merahnya tampak seperti darah yang belum kering. Di sudut lain, sebuah otak merah mengilap diletakkan di atas piring putih. Di dekatnya, kue berbentuk batu nisan terbaring di atas remah cokelat, lengkap dengan tangan hijau yang menyembul dari tanah.

Semua terlihat menyeramkan. Tapi justru itu yang membuat hati & pikiran beradu, serasa ingin mencoba.

Andin dari tim pastry Crown Prince Hotel mengatakan, bentuk yang menakutkan memang disengaja agar terkejut. “

Kami ingin tamu berhenti sejenak di depan meja. Kaget dulu, lalu penasaran. Begitu dicicipi, rasanya manis dan lembut. Seramnya hanya di tampilan, wujudnya saja yang tidak normal, tapi rasanya ya normal-normal saja kok”, ujarnya.

Sajian gurih menemani meja dessert. Chicken wings dengan ranch dressing tersaji hangat di bawah lampu meja. Chicken fajitas dengan salsa digulung rapi di atas papan kayu. Tamu dapat berkeliling, mengambil seperlunya, lalu kembali ke kursi dengan piring penuh.

Dekorasi yang Dikerjakan Satu per Satu

Suasana ini tidak muncul begitu saja. Rohman dari tim F&B Service menyiapkan dekorasi tematik selama beberapa hari. Ia memilih setiap titik lampu, mengatur jaring laba-laba, dan menata topeng agar terlihat dari berbagai sudut. “

Kami ingin tamu merasa masuk ke dunia lain, tapi tetap nyaman. Jadi detailnya kami atur pelan-pelan. Lampu jangan terlalu terang, jangan pula terlalu gelap. Yang penting tamu betah,” kata Rohman.

Bunga merah dan oranye di sudut ruangan ikut menambah warna. Dua lampu meja menyorot lembut ke arah dessert. Kayu hangat di dinding membuat ruangan terasa akrab, bahkan di tengah dekorasi yang seram.

Kata Pengunjung

Pengunjung soft launching ini merupakan para tamu yang sedang menginap, dan diundang secara terbuka oleh managemen Crown Prince Hotel.

“Dengan sengaja kami in-house call (telfon internal hotel) satu persatu (kamar). Kami undang, dan kami sampaikan bahwa ini tidak dipungut biaya, benar-benar kami ingin mereka (para tamu) mengerti, bahwa di sini (Crown Prince Hotel) bisa melakukan lebih, tidak hanya tidur di kamar”, ujar Theo, Public Relations Crown Prince Hotel.

Jeremy, salah satu pengunjung soft opening, mengaku langsung tertarik sejak melangkah masuk.

“Awalnya saya cuma ingin lihat-lihat. Tapi suasananya hidup, dan dari jendela kelihatan lampu kota. Dessert berbentuk jari itu sempat bikin saya ragu. Setelah dicoba, ternyata enak,” tuturnya.

Rofiq, pengunjung lainnya, menilai konsep ini terasa utuh. “Biasanya Halloween hanya soal kostum. Di sini makanan, lampu, dan pemandangan kota jadi satu cerita. Saya sudah tidak sabar menunggu 31 Oktober,” ujarnya.

Yang Menanti pada 31 Oktober 2026

Pada malam puncak, Sixth Lounge & Bar akan menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap. Selain buffet tematik Halloween, dapat menikmati tarot reading, magic show & live music. Semua berlangsung dengan latar kota Surabaya dari ketinggian lantai 6. Tamu dapat datang berkelompok, berpasangan, atau bersama teman kantor. Kostum boleh dikenakan, boleh juga tidak. Yang penting, datang dengan rasa ingin tahu. (adv)