Giat Mitigasi Semeru 2022 Kompartemen Kebencanaan IKA ITS

48 views
ITS
Giat Mitigasi Semeru 2022 Kompartemen Kebencanaan IKA ITS (foto : ist)

Lumajang, hariansurabaya.com – Pada hari Minggu 23 Januari 2022 Kompartemen Kebencanaan IKA ITS (KK IKA ITS) kembali merilis gerakan kepedulian terhadap bencana kemanusiaan Semeru, Lumajang. Melalui aktifitas “Giat Mitigasi Semeru 2022” menerjunkan tim untuk melaksanakan Assesment teknologi tepat guna dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi daerah terdampak Semeru pasca bencana.

Sejak Kamis hingga Sabtu, 20-22 Januari 2022 KK IKA ITS menerjunkan 17 relawan mahasiswa yang berasal dari berbagai jurusan di ITS, dengan didampingi Ginanjar Yoni Wardoyo, ST. MT. CEIA dan Ahmad Yazid Basthomi dari Dewan Pakar serta Radian Jadid (Humas KK IKA ITS).

Dalam melaksanakan giat kali ini, mereka dibagi menjadi dua tim. Tim pertama di Kecamatan Pronojiwo dan Tim kedua Kecamatan Candipuro, Lumajang. Kegiatan ini sekaligus sebagai Kegiatan Pasca-Pelatihan (KPP) dari Pelatihan Dasar Relawan Penanggulangan Bencana Dalam Penguatan Nilai Kebangsaan yang telah dilaksanakan sebelumnya pada 6-9 Januari 2021.

Ginanjar menjelaskan bahwa mereka menjalankan aktifitas pendataan dan verifikasi terkait kondisi peternak dan hewan ternak yang dimilikinya. Juga terkait dengan pakan ternak, dilakukan asesmen mengenai ketersediaan dan kelayakannya serta dilakukan mitigasi ternak berupa penyiapan teknologi pembuatan pakan ternak ekstrak sebagai pakan alternatif dengan berbagai keunggulannya.

Selanjutnya juga dilaksanakan pemetaan terkait Early Warning Sistem (EWS) dikawasan sepanjang aliran lahar Semeru. Tim juga melakukan verifikasi terkait normalisasi sungai kawasan tersebut. Yazid yang mendampingi para relawan mahasiswa di Candipuro membeberkan apa saja yang sudah mereka lakukan.

“Arek-arek ITS yang istimewa telah memverifikasi 11 lokasi check point, dari Gladak Perak sampai dengan Ringin Putih Sumber Rejo di hilir. Anak-anak sudah membuat 3 paper sebagai oleh-oleh dari Candipuro serta assesment potensi 3 desa untuk implementasi teknologi tepat guna (TTG) yang siap dipresentasikan.” tutur Yazid.

ITS
KK IKA ITS bersinergi dengan kelompok relawan serta potensi masyarakat lokal(foto : istimewa)

Bersinergi dengan kelompok relawan serta potensi masyarakat lokal, didapatkan beberapa hasil dari Giat Mitigasi Semeru 2022 KK IKA-ITS, diataranya : Sebelas lokasi check point yang sangat membutuhkan EWS diantaranya adalah Sumbersari, Gumukmas, Curah Kobokan, Kampung Renteng, Kebondeli, Jugosari, Ringin Pogok, Sumberejo, Ringin Putih, Liwek dan Supiturang.

Assesment sistem EWS terus dimutakhirkan bersinergi dengan tim SARSu (SAR Surabaya) yang dipandu dan dimotori oleh Cak Bagonk serta Om Dicky. Sedang didevelopment rancangan dari sistem sirene atau lampu emergency berikut design tiang/penyangga/tower, sekaligus power pendukungnya apabila penempatannya jauh dari sumber listrik, misalkan aki atau panel surya.

Terkait munculnya gerusan baru di Curah Kobokan, dibentuk tim khusus mitigasi karena gerusan tersebut dikhawatirkan akan membuka jalur aliran ke daerah Sumber Wuluh sebagai daerah yang dirasakan paling aman, terpadat dan jalur penghubung strategis saat ini. Tim ini akan pandu oleh relawan lokal kaki gunung semeru sekaligus survivor erupsi awal APG (awan panas guguran) dan lahar dingin semeru, Pak Nur dan Mas Agung.

Sedangkan assesment dan mitigasi area atau bentang aliran lahar terbaru dari Gladak Perak, Kamar Kajang, Kampung Renteng, Bondeli, Gondoruso, hingga Ringin Putih di hilir. Akan dilanjutkan dan dipandu oleh Pak Kholis. Untuk assesment dari Tim Pronojiwo terkait potensi desa dan penerapan teknologi tepat guna (TTG), diantaranya pembuatan pakan ternak ekstrak sebagai pakan alternatif serta potensi desa lainnya akan terus dimatangkan dan dibimbing langsung oleh Siti Zullaekah, Ph.D. (Pakar Bioeteknologi) selaku Dewan Pakar KK IKA-ITS.

Radian Jadid, Humas KK IKA-ITS menyatakan bahwa dengan dialihkannya masa tanggap darurat Bencana Erupsi Semeru menjadi masa transisi dan menuju fase rehabilitasi dan rekonstruksi, maka peran relawan khusunya yang bergerak di bidang teknologi dan community development masih sangat dibutuhkan.

Untuk itulah Kompatermen Kebencanaan IKA ITS bergandengan dengan Direktorat Kemahasiswaan ITS menerjunkan timnya guna mensupport upaya tersebut, sebagai bentuk tanggung jawab sosial kampus menjalankan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat.

“Alhamdulillah para intelektual civitas akademika ITS dan para alumninya masih dapat memberikan kontribusi nyata dan turut berperan dalam menanggulangibencana dalam kerja-kerja kemanusiaan. Hasil Giat Mitigasi Semeru 2022 kali inisudah cukup menggembirakan. Selanjutnya akan terus dibahas,dibimbing dan dipertajam sehingga siap untuk dikembalikan dan disumbangkan kembali ke daerah terdampak dalam bentuk kajian maupun program yg bermanfaat, partisipatif dan berkelanjutan.” pungkas Jadid.

“Saya dan teman-teman sangat senang dapat terjun langsung ke tempat, dapat belajar hal-hal baru yang tidak didapat waktu dikelas, dapat teman baru dari relawan yang disana, dan tentunya dapat menghibur dan membantu para penyitas, ujarnya Alif yang merupakan koordinator mahasiswa. (ist)