Rafika Hardhiansari, Mengajak Bonek Tebar Kebaikan Untuk Sesama

33 views
Rafika Hardhiansari

Surabaya, hariansurabaya.com – Nama lengkapnya Siti Rafika Hardhiansari, tapi lebih sering dipanggil Rafika Bonek atau Emak Bonek. Bukan tanpa alasan, karena perempuan berusia 39 ini memang sangat identik dengan supporter fanatik Persebaya, tim sepak bola kebanggaan kota Surabaya. Terbukti pula dengan jabatan yang disandang arek asli Suroboyo kelahiran 28 Oktober 1983 ini yang menjabat sebagai Pembina Bonek Mengzoonk Surabaya Utara, Ketua Yayasan Dari Bonek Utk Bangsa (D’Bonansa) dan Koordinator Bonek Peduli Jumat Berkah.

Sedangkan menurut pengakuannya dia sudah dari dulu senang berteman dengan teman-teman Bonek. Karena niatnya tulus untuk ibadah, berdakwah dan mengajak dalam kebaikan. Sejak aktif tahun 2008 tidak putus komunikasi bertahun-tahun. Bahkan dia lalu merangkul dan mengajak mereka Bonek maupun Bonita melakukan banyak kegiatan positif dan kebaikan.

Awalnya mereka datang ke rumahnya untuk minta dibina, tepatnya 14 Januari 2008. Sejak saat itu dia tidak pernah lelah mengajak para Bonek dan Bonita untuk melakukan kegiatan positif. Salah satunya peduli dengan sesama dan berbagi rejeki. Lewat Komunitas Bonek Peduli Jumat Berkah, yang rutin menggelar aksi sosial yang dilaksanakan setiap hari Jumat. Berupa mengunjungi panti asuhan, melakukan doa Bersama dan membagikan makanan hingga bingkisan.

“Kegiatan ini tidak hanya dilakukan pada hari Jumat setiap minggunya. Bahkan di bulan Puasa, kami rutin bagi-bagi takjil dan sahur on the road.” jelas Fika. Terkadang bersama anggota komunitas juga turun ke perkampungan yang dihuni masyarakat perekonomian menengah ke bawah untuk memberi donasi ataupun berbagi nasi kotak.

Peristiwa Kanjuruhan juga tidak luput dari perhatian Fika. Dia berharap, insiden seperti itu tidak akan terulang lagi. Karena bagaimanapun, nyawa manusia tidak sebanding dengan sepak bola itu sendiri. Dia juga mewanti-wanti para Bonek supaya selalu menjaga diri dan sikap dimanapun berada.

“Kami juga melakukan doa bersama buat para korban, keluarga yang ditinggal dan tentunya nasib sepak bola Indonesia di masa depan. Semoga tidak ada lagi peristiwa serupa lagi.” pungkas Fika.(ac)