
hariansurabaya.com | SURABAYA – Dalam rangka meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap manfaat dan fungsi perpajakan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur I bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah Kota Surabaya menyelenggarakan kegiatan Pajak Bertutur 2026 di 14 sekolah mitra inklusi.
Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara”, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Inklusi Kesadaran Pajak dalam bidang pendidikan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kesadaran pajak kepada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa yang cerdas, berintegritas, dan memiliki semangat kontribusi bagi Indonesia.
Pajak Bertutur 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui 34 Kanwil DJP, 352 KPP, dan 204 Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) dengan melibatkan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Kegiatan ini secara rutin diselenggarakan sejak tahun 2017 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Direktorat Jenderal Pajak dalam membangun budaya sadar pajak melalui dunia pendidikan.
Pelaksanaan Pajak Bertutur 2026 juga menjadi bagian dari semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Melalui kegiatan ini, DJP mengajak generasi muda untuk memahami bahwa kesadaran pajak merupakan salah satu bentuk kontribusi dan tanggung jawab warga negara dalam mendukung pembangunan nasional.
Di Kota Surabaya, Kanwil DJP Jawa Timur I dan KPP se-Surabaya melibatkan 834 siswa dengan menggandeng 14 sekolah mitra inklusi, yaitu Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya, SD Cheng Ho, SMP Barunawati Surabaya, SMP Ta’miriyah, SMPN 12 Surabaya, SMPN 16 Surabaya, SMPN 26 Surabaya, SMPN 39 Surabaya, SMPN 43 Surabaya, SMPN 45 Surabaya, SMAN 2 Surabaya, SMAN 9 Surabaya, SMAN 15 Surabaya, dan SMAN 16 Surabaya.
Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I, Max Darmawan, turut hadir dalam pelaksanaan Pajak Bertutur di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya. Max menyampaikan bahwa edukasi kesadaran pajak kepada generasi muda merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang memiliki literasi pajak kuat menuju Indonesia Emas 2045.
“Melalui Pajak Bertutur, peserta memperoleh edukasi mengenai pengenalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pengertian dan fungsi pajak, pengelolaan dan manfaat pajak bagi pembangunan, serta peran generasi muda dalam mendukung kepatuhan pajak di masa depan,” ujar Max Darmawan.
Selain edukasi secara langsung, kegiatan Pajak Bertutur 2026 juga dilengkapi dengan sesi “Direktur Jenderal Pajak Menyapa” yang diikuti oleh seluruh peserta secara luring di Kantor Pusat DJP maupun secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting oleh unit vertikal DJP di seluruh Indonesia.
Max menjelaskan bahwa pajak memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Selain mendukung pembangunan infrastruktur, penerimaan pajak juga dialokasikan untuk pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program, salah satunya di bidang pendidikan.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Maju. Mereka yang saat ini menjadi peserta didik akan menjadi wajib pajak di masa depan yang diharapkan memiliki kesadaran untuk berkontribusi melalui pemenuhan kewajiban perpajakan,” jelas Max.
Melalui pendekatan edukasi yang interaktif dan menyenangkan (joyful learning), DJP berupaya membangun pemahaman perpajakan sejak dini. Setelah mengikuti kegiatan Pajak Bertutur, peserta diharapkan mampu memahami konsep APBN secara sederhana, mengenal peran pajak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta memahami pentingnya kontribusi masyarakat dalam pembangunan nasional.
Kesadaran pajak tidak hanya diwujudkan melalui pembayaran pajak ketika telah menjadi wajib pajak, tetapi juga melalui sikap sehari-hari seperti menjaga fasilitas umum, membangun budaya jujur, berkontribusi untuk kepentingan bersama, serta menyebarkan pemahaman mengenai pentingnya pajak kepada lingkungan sekitar.
Melalui Program Inklusi Kesadaran Pajak, Kanwil DJP Jawa Timur I berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi perpajakan kepada generasi muda sebagai future taxpayer guna mewujudkan masyarakat yang sadar dan patuh pajak secara sukarela. (acs)












