Kader Madagaskar Surabaya Dilatih Tanggap Bencana Kebakaran

63 views
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan memberikan pembekalan tanggap bencana kebakaran kepada calon Kader Madagaskar/Kominfo Surabaya

Surabaya, hariansurabaya.com–Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya memberikan pembekalan tanggap bencana kebakaran kepada calon Kader Madagaskar (Masyarakat dan Keluarga Siaga Kebakaran). Pembekalan sekaligus sosialisasi dan simulasi ini diselenggarakan di Balai RW II Rungkut Jaya, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Jumat (11/2/2022).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Dedik Irianto mengatakan, sosialisasi dan pembekalan yang digelar di Balai RW II Rungkut Jaya ini bertujuan untuk mengedukasi Kader Madagaskar yang dibentuk oleh Pemkot Surabaya melalui TP PKK Pokja I.

“Ini untuk penguatan Kader Madagaskar yang mengikuti program pilot project TP PKK Pusat yang bertajuk Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana. Temanya, Siaga Kebakaran Lingkungan,” ujarnya.

Dedik menjelaskan, kegiatan ini digelar di Balai RW II Rungkut Jaya karena lokasi ini merupakan pilot project Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana kategori tema Siaga Kebakaran Lingkungan. Sebelumnya, kegiatan ini telah melalui beberapa proses penilaian dari tingkat kota, provinsi, setelah itu naik lagi ke penilaian tingkat pusat.

“Nanti akan dinilai TP PKK Pusat dari Kementerian Dalam Negeri RI. Oleh karena itu, kami berikan penguatan-penguatan. Supaya ke depannya tidak hanya bergerak tanggap bencana ketika ada kegiatan ini. Akan tetapi, nantinya akan kami sosialisasikan dan gerakkan secara menyeluruh di 154 kelurahan se-Surabaya,” jelas Dedik.

Menurutnya, sosialisasi dan simulasi tanggap bencana kebakaran ini penting bagi masyarakat, terutama kader PKK di Kota Pahlawan. Karena, masyarakat dan Kader PKK ada di garda terdepan ketika terjadi kebakaran di pemukiman warga.

Dedik menegaskan, pada 3 menit pertama, peran warga dan PKK sangat diperhitungkan ketika terjadi bencana kebakaran di perkampungan atau pemukiman penduduk. Karena, ketika terjadi kebakaran, warga dan kader PKK berada di tempat kejadian sehingga dapat mencegah api membesar.

“Karena respon time petugas pemadam kebakaran itu 7 menit. Sedangkan fase pertumbuhan api yang paling krusial, itu ada di 3 menit awal. Makannya, warga kami edukasi, supaya pada 3 menit awal, warga bisa segera memadamkan api,” papar Dedik.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, DPKP Kota Surabaya memberikan pengarahan secara teori di ruangan Balai RW II Rungkut Jaya. Setelah itu, jajaran DPKP memberikan pembekalan praktik cara memadamkan api hingga mengatasi ketika terjadi konsleting listrik.

Perlengkapan pun disiapkan satu persatu oleh DPKP Surabaya di halaman balai RW. Mulai dari kompor, tabung gas elpiji 3 kilogram, tong, panel listrik hingga alat pemadam kebakaran ringan (Apar) dan karung goni. Setelah menjalani pengarahan secara teori, warga dan Kader PKK yang tergabung dalam Kader Madagaskar itu, bergantian mencoba memadamkan api.

“Harapannya ke depan, setelah dilakukan sosialisasi dan simulasi ini warga turut andil ketika terjadi kebakaran. Yang kedua, ketika warga turut melakukan mitigasi kebakaran di 3 menit pertama, diharapkan juga angka kejadian kebakaran di Surabaya bisa menurun. Karena penanganan awal kebakaran perlu adanya peran serta warga dan TP PKK,” harap Dedik. (hsa)