Perkuat Kinerja ASN, Kemendukbangga/BKKBN Jatim Gelar Strategi Sehat Mental

6 views
Oplus_16777216

hariansurabaya.com | SURABAYA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan bertema “Strategi Sehat Mental ASN untuk Integritas Tanpa Batas”, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang GC Gedung Nano Kampus C Mulyorejo Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 120 peserta yang terdiri dari aAparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur serta perwakilan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja ASN melalui penguatan kesehatan mental.

Menurutnya, transformasi Kemendukbangga/BKKBN menjadi Kementerian justru membawa tantangan kerja yang semakin kompleks.

“Pagi hari ini kita melaksanakan kegiatan strategi kesehatan mental untuk peningkatan kinerja ASN di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur. Latar belakangnya karena setelah transformasi menjadi Kementerian, tugas kita tidak semakin mudah, tetapi justru semakin banyak yang harus diselesaikan,” ujarnya di sela-sela wawancara dengan awak media.

Maria menjelaskan, Kemendukbangga/BKKBN memiliki tugas utama menjaga stabilitas kependudukan dan mendorong pembangunan keluarga guna mewujudkan ketahanan keluarga, khususnya di Jawa Timur.

Selain itu, Kementerian juga berperan mendukung visi dan misi Presiden, termasuk delapan agenda prioritas pembangunan nasional.
Ia menambahkan, ASN Kemendukbangga/BKKBN memiliki tanggung jawab besar sebagai pelayan masyarakat dan pelayan keluarga. Tantangan tersebut semakin berat seiring dengan dinamika sosial dan perkembangan teknologi yang memengaruhi pola kehidupan keluarga di era modern.

“Pelayanan kepada masyarakat saat ini semakin kompleks. Dinamika sosial, kemajuan teknologi, hingga keterbatasan SDM dan anggaran menjadi tantangan tersendiri bagi ASN,” jelasnya.

Selain tugas pelayanan, ASN juga mengemban amanah untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan Kementerian serta dituntut mengembangkan karier dan kapasitas diri.

Kondisi tersebut, kata Maria, berpotensi menimbulkan tekanan kerja apabila tidak dikelola dengan baik.

“Kalau stres tidak dikelola dengan baik, tentu akan berdampak pada penurunan kinerja. Karena itu, kegiatan ini bersifat preventif agar stres yang muncul masih dalam tahap ringan dan bisa dikelola secara sehat,” tambahnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Maria menegaskan bahwa output kinerja ASN tetap harus optimal.

Melalui penguatan kesehatan mental, pihaknya berharap ASN di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Jawa Timur tetap mampu memberikan pelayanan terbaik serta mencapai target dan tujuan organisasi meski dengan keterbatasan sumber daya yang ada.(acs)